IT Audit dan IT Forensics


IT AUDIT

Audit merupakan proses dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tindakan ekonomi, guna memberikan asersi dan menilaiseberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, danmengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait. IT audit sendiri adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakantelah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien.

Tujuan IT audit adalah:

1.      Availabilityketersediaan informasi, apakah informasi pada perusahaan dapat menjamin ketersediaan   informasi dapat dengan mudah tersedia setiap saat.
2.      Confidentialitykerahasiaan informasi, apakah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi perusahaan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berhak dan memiliki otorisasi.
3.      Integrityapakah informasi yang tersedia akurat, handal, dan tepat waktu.

PROSEDUR

Prosedur Audit merupkan tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan olehauditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.
Berikut adalah komponen Audit TI:
·         pendefinisian tujuan perusahaan.
·         penentuan isu, tujuan dan perspektif bisnis antara penanggung jawab bagian dengan  bagianTI.
·         review terhadap pengorganisasian bagian TI yang meliputi perencanaanproyek, status danprioritasnya, staffing levels, belanja TI dan IT changeprocess management.
·         assessment infrastruktur teknologi, assessment aplikasi bisnis.
·         Temuan-temuan.
·         laporan rekomendasi.

Subyek yang perlu diaudit mencakup:

1. Aspek keamanan
Masalah keamanan mencakup tidak hanya keamanan file servers dan penerapan metodacadangan, melainkan juga penerapan standar tertentu, seperti C-ICT.
2. Keandalan
Keandalan meliputi penerapan RAID V disk subsystems untuk server dengan criticalapplications dan prosedur penyimpanan data di file server, bukan di drive lokal C.
3. Kinerja
Kinerja mencakup persoalan standarisasi PC, penggunaan LAN serta cadangan yangsesuai dengan beban kerja.

4. Manageability
manageability menyangkut penerapan standar tertentu dan pendokumentasian secarateratur dan berkesinambungan
Audit itu harus dilakukan terhadap :
1.         sistem informasi secara keseluruhan.
2.         perangkat TI yang digunakan
3.         software, hardware, jaringan saja
4.         aspek yang terlibat dan relevan dalam sistem informasi.

JENIS AUDIT IT. 

1.      Sistem dan aplikasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
2.      Fasilitas pemrosesan informasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk. 
3.      Pengembangan sistem.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi. 
4.      Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi. 
5.      Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server. 


IT FORENSIK
IT Forensik yaitu suatu ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat). Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti yang akan digunakan dalam proses selanjutnya. Selain itu juga diperlukan keahlian dalam bidang IT ( termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software untuk membuktikan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam bidang teknologi sistem informasi tersebut.
IT Forensik atau banyak ditempatkan dalam berbagai keperluan, bukan hanya untuk menangani beberapa kasus kriminal yangmelibatkan hukum,seperti rekonstruksi perkara insiden keamanan komputer, upaya pemulihan kerusakan sistem,pemecahan masalah yang melibatkan hardware ataupun software, dan dalam memahami sistem atau pun berbagai perangkat digital agar mudah dimengerti
PENGERTIAN IT FORENSIK MENURUT PARA AHLI

1.      Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan dimedia komputer.
2.       Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
3.      Menurut Ruby Alamsyah (salah seorang ahli forensik IT Indonesia), digital forensik atau terkadang disebut komputer forensik adalah ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Barang bukti digital tersebut termasuk handphone, notebook, server, alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa.

Ada 4 Elemen Forensik:
1.      Identifikasi bukti digital
2.      Penyimpanan bukti digital
3.      Analisa bukti digital
4.      Presentasi bukti digital

TUJUAN IT FORENSIK

Tujuan dari IT forensik itu sendiri adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti-bukti digital. Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin. Tujuan IT forensik:

1.      Untuk membantu memulihkan, menganalisa, dan mempresentasikan materi/entitas berbasis digital atau elektronik sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai alat buti yang sah di pengadilan

2.      Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya, sekaligus mengungkapkan alasan dan motivitasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.


ALASAN MENGAPA MENGGUNAKAN IT FORENSIK, ANTARA LAIN.

Dalam kasus hukum, teknik digital forensik sering digunakan untuk meneliti sistem komputer milik terdakwa (dalam perkara pidana) atau tergugat (dalam perkara perdata). Memulihkan data dalam hal suatu hardware atau software mengalami kegagalan/kerusakan (failure).
·         Meneliti suatu sistem komputer setelah suatu pembongkaran/pembobolan, sebagai contoh untuk menentukan bagaimana penyerang memperoleh akses dan serangan apa yang dilakukan.
·         Mengumpulkan bukti menindak seorang karyawan yang ingin diberhentikan oleh suatu organisasi.
·         Memperoleh informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan debugging, optimisasi kinerja, atau membalikkan rancang-bangun.

SIAPA YANG MENGGUNAKAN IT FORENSIK

Network Administrator merupakan sosok pertama yang umumnya mengetahui keberadaan cybercrime sebelum sebuah kasus cybercrime diusut oleh pihak yang berwenang. Ketika pihak yang berwenang telah dilibatkan dalam sebuah kasus, maka juga akan melibatkan elemenelemen vital lainnya, antara lain:
1.      Petugas Keamanan (Officer/as a First Responder)
Memiliki kewenangan tugas antara lain : mengidentifikasi peristiwa, mengamankan bukti, pemeliharaan bukti yang temporer dan rawan kerusakan.
2.      Penelaah Bukti (Investigator)
Sosok yang paling berwenang dan memiliki kewenangan tugas antara lain: menetapkan instruksi-instruksi, melakukan pengusutan peristiwa kejahatan, pemeliharaan integritas bukti.
3.      Tekhnisi Khusus
Memiliki kewenangan tugas antara lain : memeliharaan bukti yang rentan kerusakan dan menyalin storage bukti, mematikan (shuting down) sistem yang sedang berjalan, membungkus/memproteksi bukti-bukti, mengangkut bukti dan memproses bukti. IT forensic digunakan saat mengidentifikasi tersangka pelaku tindak kriminal untuk penyelidik, kepolisian, dan kejaksaan.
PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN IT FORENSIK

Dasar-dasar hardware dan pemahaman bagaimana umumnya sistem operasi bekerja
Bagaimana partisi drive, hidden partition, dan di mana tabel partisi bisa ditemukan pada sistem operasi yang berbeda. Bagaimana umumnya master boot record tersebut dan bagaimana drive geometry. Pemahaman untuk hide, delete, recover file dan directory bisa mempercepat pemahaman pada bagaimana tool forensik dan sistem operasi yang berbeda bekerja.
Familiar dengan header dan ekstension file yang bisa jadi berkaitan dengan file tertentu.





Rangkuman Paper

Sistem Informasi Geografis Rumah Sakit Berbasis Web


1.     Sistem Informasi Geografis 

Pengertian Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan unuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan  informasi  bereferensi  geografis,  misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Komponen kunci dalam SIG adalah sistem komputer, data geospatial (data atribut) dan pengguna
Gambar 1. Komponen kunci SIG
yang dapat digambarkan seperti gambar 1. Untuk menjalankan dan menampilkan peta yang dihasilkan oleh MapServer, diperlukan dua file yaitu Map File dan HTML File. Map File berisikan konfigurasi penyajian peta yang ditulis dalam bahasa dan sintaks tersendiri.  Informasi  ini  kemudian  diolah  dan  disajikan oleh  program  MapServer.  Sedangkan  file  HTML digunakan untuk melakukan format penyajian hasil (peta).

Jenis Data Masukan Sistem Informasi Geografis

Di dalam SIG terdapat 2 jenis data, yaitu:

1. Data Spasial
Data spasial merupakan data yang memuat tentang lokasi suatu objek dalam peta berdasarkan posisi geografis objek tersebut di atas bumi dengan menggunakan sistem koordinat. Data spasial direpresentasikan dengan Model Vektor dan Model raster.
Model Vektor diwakili oleh simbol-simbol yang terdiri atas interkoneksi garis dan titik yang merepresentasikan lokasi dan garis batas dari entitas geografi, diantaranya Lines (garis), Polylines (polygon), Points (titik), Area (daerah) dan Nodes (titik potong).
Sedangkan Model Raster dihasilkan dari teknologi pemotretan melalui satelit dan udara, yang mempresentasikan objek geografi sebagai struktur grid atau cell yang dikenal sebagai pixel.

2. Data Non-Spasial
Data  ini  merupakan data  yang  memuat karakteristik atau keterangan dari suatu objek yang terdapat dalam peta yang sama sekali tidak berkaitan dengan posisi geografi objek tertentu. Sebagai contoh, data atribut dari   sebuah   kota   adalah   luas   wilayah,   jumlah penduduk, kepadatan penduduk, tingkat  kriminalitas, dan sebagainya.

Software MapServer
MapServer   merupakan aplikasi freeware dan   Open Source untuk dapat menampilkan Sistem Informasi Geografis  di  web.  MS4W  dilengkapi  dengan  berbagai modul tambahan (optional) yang mempermudah kita membangun dan mengadministrasikan sistem WebGIS.

Gambar 2. Proses penyajian peta oleh MapServer

Software PostgreSQL

PostgreSQL  adalah  sebuah  object-relational database management system (ORDBMS) yang bersifat open source. PostgreSQL tidak dikontrol oleh satu perusahaan, tetapi memiliki komunitas global pengembang dan  perusahaan  untuk  mengembangkannya. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror,  PGPool,  Slony,  PGCluster, dan  lain-lain. Meskipun open-source PostgreSQL yang mendukung standar SQL92 dan SQL99 ini juga mendukung bahasa pemrograman C, C++, Java, Tcl, Perl, Python, PHP, dan lain-lain.

2.     Perancangan dan Implementasi 

Gambaran Umum Aplikasi
WebGIS ini merupakan sebuah website yang memiliki  fungsi  utama  sebagai Geographic Information System (GIS) yaitu sebuah sarana penyampaian informasi suatu tempat  dengan  memanfaatkan  sebuah  peta,  yang dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan. User/pemakai dapat melihat informasi dan mencari tempat yang diinginkannya. Aplikasi yang dibuat berfokus pada WebGIS Rumah Sakit di wilayah Kota Jakarta.
Website Sistem Informasi Geografis Rumah Sakit ini dapat dimanfaatkan oleh pengguna yang ingin mengetahui informasi Rumah Sakit sekitar Jakarta beserta letak dan arah menuju keberadaan Rumah Sakit tersebut. Pengguna  dapat  memanfaatkan website  SIG ini  dengan menggunakan teknologi internet. Admin dapat menambahkan data dengan mudah apabila diketahui ada perubahan dari keberadaan Rumah Sakit di sekitar Jakarta.WebGIS ini menyajikan berbagai fitur yang bisa digunakan oleh user, diantaranya adalah melihat peta Kota Jakarta, yang terdiri dari Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Fitur Zoom/perbesaran peta juga disediakan, sehingga user bisa melihat peta dengan perbesaran yang dibutuhkan.   Fitur Print yang digunakan untuk mencetak letak Rumah Sakit yang diinginkan. Dan fitur Radius yang digunakan untuk mengetahui letak Rumah Sakit lain dengan jarak tertentu dari salah satu objek Rumah Sakit yang dipilih.

Pembuatan   WebGIS   ini   dilakukan   beberapa   tahap. 
Tahapan tersebut,diantaranya seperti gambar 3.



 

Gambar 3. Tahapan pembuatan WebGIS

Tahapan tersebut dimulai dari menentukan daerah/wilayah, pengumpulan data  spasial maupun non- spasial yang dilanjutkan dengan konversi data hingga pembuatan tabel. Tahapan berikutnya adalah pembuatan website dan penggabungan database hingga implementasi website. Perangkat lunak yang digunakan untuk pengumpulan dan pengolahan data adalah PostgreSQL dan Quantum GIS, sedangkan untuk pemetaan menggunakan MapServer berdampingan dengan Chameleon dan pembuatan website menggunakan script PHP dan Java.

Struktur Navigasi
Struktur Navigasi termasuk struktur terpenting dalam pembuatan suatu web dan gambarnya harus sudah ada pada tahap perencanaan. Berikut merupakan struktur navigasi Campuran User dan Struktur Navigasi Campuran Admin pada Web GIS. 


Gambar 4  Struktur Navigasi Campuran User


Gambar 5  Struktur Navigasi Campuran Admin


Flowchart Aplikasi

Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan  masalah  ke  dalam  segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.
Tujuan utama dari penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan   suatu   tahapan  penyelesaian   masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas dengan menggunakan simbol-simbol  standar.  

Gambar  6 merupakan Flowchart Aplikasi WebGIS.
Gambar 6  Flowchart Aplikasi


Pengumpulan Data Spasial dan Non Spasial

Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan data-data mengenai informasi geografis yang ingin ditampilkan. Model data yang digunakan, yaitu data spasial dan data non spasial. Data Spasial diperoleh dengan mendapatkan peta Jakarta dalam bentuk .shp dengan data/titik yang telah tersedia. Dan Data Non Spasial diperoleh dari media Internet serta Media Pustaka.

A.          Data Spasial
            Layer Kota
            Layer Jalan
            Layer Titik

B.          Data Non-spasial
            Data Kota
            Data Jalan
            Data Rumah Sakit

Pembahasan Tabel pada Database

1.  Tabel geometry_columns
Tabel geometry_columns digunakan untuk menampung semua tabel yang berhubungan dengan  file .shp yang dihasilkan.

2.  Tabel Batas
Tabel batas ini berupa file.shp yang bertipe layer polygon (polyline) dengan nama batas.shp. Tabel ini menggambarkan batas Kota Jakarta secara keseluruhan.

3.  Tabel Jakbar
Tabel ini berupa file.shp yang bertipe layer polygon (polyline) dengan  nama jakbar.shp. Tabel   ini menggambarkan wilayah Jakarta Barat dan berfungsi memberikan informasi tentang nama-nama Kecamatan di Kota Jakarta Barat.

4.  Tabel Jakpus
Tabel ini berupa file .shp yang bertipe layer polygon (polyline) dengan nama jakpus.shp. Tabel ini menggambarkan wilayah Jakarta Pusat dan berfungsi memberikan informasi tentang nama-nama Kecamatan di Kota Jakarta Pusat.

5.  Tabel Jaksel
Tabel ini berupa file .shp yang bertipe layer polygon (polyline) dengan nama jaksel.shp. Tabel ini menggambarkan wilayah Jakarta Selatan dan berfungsi memberikan informasi tentang nama-nama Kecamatan di Kota Jakarta Selatan.

6.  Tabel Jaktim
Tabel ini berupa file .shp yang bertipe layer polygon (polyline) dengan  nama   jaktim.shp.  Tabel ini menggambarkan wilayah Jakarta Timur dan berfungsi memberikan informasi tentang nama-nama Kecamatan di Kota Jakarta Timur.

7.  Tabel Jakut
Tabel ini berupa file .shp yang bertipe layer polygon (polyline) dengan nama  jakut.shp.   Tabel ini menggambarkan wilayah Jakarta Utara dan berfungsi memberikan informasi tentang nama-nama Kecamatan di Kota Jakarta Utara.

8.  Tabel Jalan
Tabel ini berupa file .shp yang bertipe layer garis (line) dengan nama  jalan.shp.   Tabel ini  menggambarkan bentuk jalan di Kota Jakarta.

9.  Tabel Rumah Sakit
Tabel rumah_sakit merupakan tabel yang menjadi informasi utama pada aplikasi WebGIS Rumah Sakit ini. Record pada tabel ini nantinya akan di input atau dimasukkan dari form administrator. Isi tabel rumah_sakit juga dapat dimodifikasi dan dihapus melalui halaman administrator yang tesedia di aplikasi WebGIS Rumah Sakit. Tabel ini menggambarkan titik- titik atau letak rumah sakit yang   berada di Jakarta  dan  berfungsi memberikan informasi tentang nama rumah sakit, alamat, no.tlp, website dan gambar yang berada di wilayah Jakarta agar dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

10. Tabel Login
Tabel login adalah tabel yang digunakan untuk menampung data user  untuk manajemensistem halaman login. Tabel ini terdiri dari field gid, username dan password.

11. Tabel Sungai
Tabel ini berupa file .shp yang bertipe layer polygon (polyline) dengan nama sungai.shp. Tabel ini menggambarkan  sungai  yang  ada  di  Kota  Jakarta secara keseluruhan
Pembuatan Website dan Penggabungan Database Aplikasi WebGIS tidak dapat dipisahkan dengan adanya sistem manajemen database yang sudah melekat di dalamnya. Ketika ingin menampilkan suatu peta pada halaman web atau browser dengan menggunakan MapServer, ada beberapa tahap yang dilakukan agar peta tersebut tampil pada browser.

Membuat  Website pada MapServer dan Penggabungan Database dengan PHP
Agar isi dan tampilan website lebih menarik maka diperlukan suatu interface atau antarmuka. Interface merupakan gambar atau image dan segala sesuatu yang tampil pada monitor. Interface berperan sebagai tempat antara program dan pengguna yang saling berinteraksi satu sama lain.
Konsep  rancangan  yang  digunakan  dalam  pembuatan

WebGIS ini menekankan pada beberapa aspek, yaitu:

1.  Komunikatif
WebGIS   ini   memiliki   konsep   komunikatif   yaitu memiliki keterhubungan antara program, isi pesan atau informasi yang ditampilkan, serta pemakai/user.

2.  Estetis
Konsep estetis ini berfungsi untuk memberikan suatu keindahan, sehingga lebih menarik minat pengunjung untuk lebih menggali informasi yang ditawarkan dari WebGIS ini.

3.  Ekonomis
Konsep ini memperhatikan faktor ekonomis dalam arti ukuran file yang digunakan. Hal tersebut berkaitan erat dengan kecepatan akses yang ada pada WebGIS ini.

3. Kesimpulan
·         Kelebihan  dari  WebGIS  Rumah  Sakit  ini  adalah tersedianya fasilitas radius dengan beberapa category, sehingga lebih memudahkan bagi pengguna untuk mengetahui jarak terdekat dengan tempat yang dituju sesuai dengan category yang ada.
·         Web ini di desain semenarik mungkin dengan simbol- simbol (legenda) yang menarik. Setiap layer dipadupadankan dengan warna yang sesuai agar pengguna dapat dengan nyaman melihatnya. Web GIS ini juga dilengkapi dengan profil Kota Jakarta.
·         Kekurangan  dari  WebGIS  Rumah  Sakit  ini  adalah masih sedikitnya fasilitas yang disediakan, sehingga informasi yang disampaikan tidak terlalu luas cakupannya.
·         Dalam pengembangan selanjutnya, diharapkan WebGIS ini  menggunakan data yang lebih lengkap dan  lebih akurat agar informasi yang disajikan menjadi lebih baik dan menjadi lebih maksimal lagi.
·         Alangkah baiknya jika WebGIS ini menggunakan peta 3  dimensi  sehingga  tampak  jelas objek  yang  akan ditampilkan, baik bentuk gedung, rute jalan, maupun sarana pendukung menuju tempat tersebut.

REFERENSI

[1] Ricky Agus Tjiptanata 1)  Widiastuti 2) Mufi Widyanti 3) Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma {ricky,widiastuti}@staff.gunadarma.ac.idFakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma email: muviwidya@gmail.com
[2]   Aditya Danar Wibisono. 2010. “Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Rumah Sakit di Kota Depok berbasis Web dengan Menggunakan Quantum GIS”.
[3] Daud    Sajo,    “Pengertian    Peta”,    http://geografi- bumi.blogspot.Com /2009/09/pengertian-peta.html,  3  Juni 2011.
[4]   Denny Charter ,” Fungsi Chameleon”, http://dennycharter. wordpress.com /2008/06/11/chameleon-webgis-framework/ , 24 Juli 2011.
[5]   Made Agung, “ Pengertian GIS”, http://dueeg.blogspot.com /2010/11/   gis-geografis-information-system.html,   2   Juni 2011.
[6]   Prahasta,  Eddy,  2007.  Membangun  Aplikasi  Web-Based GIS Dengan MapServer. Bandung:Informatika. [6]   URL:http://dayer.itgo.com/peta.htm, 2 Juni 2011.
[7] URL:http://id.wikipedia.org/wiki/ Sistem_informasi_geografis, 2Juni 2011.
[8]   URL:http://www.scribd.com/doc/45376922/BAB-1-GIS, 29 Juli 2011.
[9]   URL:http://www.scribd.com/doc/46953005/Data-Spasial,  3 Juni 2011.
[10] URL:http://www.scribd.com/doc/54723033/Artikel- 11105684, 24 Juli 2011.
[11] URL:http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-8418- 7406030042- Abstract_En.pdf , 18 Juli 2011.
[12] URL:http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/500/jbptunikompp- gdl alfianrifa24991-1-babi.pdf , 2Juni2011.
[13] URL:http://organisasi.org/daftar-nama-kelurahan- kecamatan-kotamadya-di-dki-jakarta-jumlah-masing- masing-wilayah , 4Juni 2011.
[14] Wikipedia, “Sejarah Jakarta”, http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_ Jakarta , 3Juni 2011.